Sejarah Masjid Al Mursi di Mesir

masjid-al-mursi

Pada tahun 1912 Al Mursi Lahir di Andalusia Spanyol. Akibat pertempuran antara Kristen di Spanyol, Keluarga Mursi memutuskan untuk pindah ke Tunisia dan selanjutnya menimba ilmu di sekolah Aleandria yang terkenal dengan ulama dan Ilmuwan Muslimnya. Semasa hidupnya Abu Abbas Mursi belajar dengan tekun untuk menjadi guru dan sampai akhir hayatnya memutuskan untuk menetap di Alexandria setelah menjadi guru selama 23 tahun sampai dengan tahun 1286. Makam Al Mursi terdapat di sebuah bangunan di pelabuhan Alexandria dan sampai sekarang masih sering dikunjungi oleh peziarah sebagai tempat wisata bersejarah. Pembangunan makam Al Mursi mulai dilakukan pada tahun 1307 dimana salah seorang peziarah sangat terkesan dengan perjuangan AlMursi.

Pada th. 1307, El Sheikh Zein El Din Ibn El Qattan, satu diantara pedagang paling kaya di Alexandria, berkunjung ke makam itu. Dia mendanai mausoleum serta sebuah masjid yang dilengkapi dengan kubah makam. Makam Abu al-Abbas jadi tempat ziarah untuk banyak umat Islam dari Mesir serta Maroko yang melalui Alexandria pada saat jamaah umroh berkunjung ke Mesir.

Bangunan Masjid itu kemudian secara bertahap dibangun selama beberapa dekade oleh beberapa penguasa yang membuat makam di samping Al Mursi. Tercatat sejak tahun 1775, bangunan masjid AlMursi dipugar secara besar-besaran dan kelihatan sangat megah oleh  Sheikh Abu El Hassan El Maghreby dengan berbagai tambahan seperti kubah masjid dan relief serta bangunan samping. Pada tahun-tahun berikutnya, bangunan masjid al mursi dan kubah tersebut menjadi pusat perayaan festival bagi rakyat mesir untuk memperingati kelahiran Al Mursi.

Pemugaran Masjid itu kembali dilakukan dan dipercantik pada th. 1943 dibawah Raja Farouq I (r. 1937-1952), yang membuat Midan el Masaged, atau “kubah masjid agung” di sekitar Alun-alun dengan luas sekitar  43.200 meter persegi serta meliputi lima masjid yang lain yang berpusat di Masjid Abu al-Abbas al-Mursi. Tahapan pembangunan Masjid itu berikutnya diperbaiki dengan gaya Arab yang popular pada saat dekade ke 13 setelah kelahiran Al Mursi, dengan biaya keseluruhnya sekitaran 140.000 Euro.

Keunikan dari Kubah Masjid Abu al-Abbas al-Mursi

Masjid Abu al-Abbas al-Mursi berwarna krem ​​berdiri setinggi 23 m serta dihiasi dengan batu pualam yang memepsona, dengan satu menara di bagian selatan setinggi 73 m. Terdapat di dekat pantai pelabuhan timur. masjid Almursi dan masjid di sekitarnya tampak sangat indah bila dilihat dari laut. Menara ini mempunyai design Ayoubid, dengan empat sisi yang berbentuk beragam. Masjid Al Mursi mempunyai pintu masuk di samping utara serta satu di samping timur, keduanya menghadap ke alun-alun. Sisi paling utama masjid yaitu satu oktagon, dengan dinding internal berlapiskan batu pualam dan dihiasi mosaik setinggi 5,6 m.

Langit-langit tinggi didekorasi dengan arabesque serta diisi langit-langit oktagonal besar yang di kenal jadi Shokhsheikha. Tiap-tiap bagian langit mempunyai tiga jendela kaca berwarna dalam design arabesque yang dipasang pada bingkai aluminium. Langit ini dikelilingi oleh empat kubah yang dibangun oleh Kontraktor kubah masjid, diletakkan diatas empat mausoleum didalam kompleks.

Lantai-lantainya diaspal marmer putih. Pintu, mimbar, kubah masjid serta jendelanya terbuat dari kayu jati, citronia serta kenari yang diukir dengan halus. Mimbar mimbar dibatasi oleh satu kubah serta mempunyai ayat-ayat dari Al-Qur’an yang ditulis diatas dengan emas Prancis. Mihrab (ceruk yang tunjukkan arah Mekah) berdiri di basic menara masjid serta diapit oleh tulisan kaligrafi Laa Ilaaha Illallahu, ” Tak ada tuhan terkecuali Allah serta Muhammad yaitu nabi Allah ” dalam aksara Arab. Juga di ke-2 bagian mihrab ada dua kolom granit Mesir, dengan nama Muhammad ditulis dalam kaligrafi Arab Kufi di tiap-tiap ujungnya.

Mayda, ruang absolusi, dengan WC, ada di bagian barat masjid dengan pintu masuk mereka sendiri yang menghadap ke alun-alun. Menurut satu tatanan kerajaan, pergantian yang dibutuhkan dikerjakan untuk pesan tempat beribadah spesial untuk wanita dengan pintu masuk pribadi.

Masjid Al Mursi sampai sekarang menjadi masjid kebanggaan rakyat Mesir meskipun terkena akibat perang berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *