Eknomi Lesu di Batam

Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang lamban saat ini dirasakan oleh aktor Bisnis, terutama di Batam. Banyak dari mereka dipaksa untuk menutup bisnis mereka karena mereka tidak dapat bertahan di tengah penurunan daya beli masyarakat dan banyak produk yang terjual.

“Kondisi ekonomi yang lamban ini benar-benar merasa, sudah hampir sebulan sejak aku menutup toko dan selain pembeli kosong, kita tidak bisa biaya operasional tinggi,” kata Aliong, ketika bertemu dengan MetrotvnewsToko menjual kamera DSLR Canon merek berbagai bersama dengan alat-alat pendukung. “Kami tidak dapat bertahan pengunjung benar-benar tenang. Dalam satu hari, belum tentu kita bisa pembeli,”katanya. “Lokasi kami Canon Jaya menyimpan sewa Rp150 juta per tahun, yang tidak layak tingkat penjualan di toko kami, jadi kami memilih untuk menutup toko,” katanya.

“Namun, setelah tahun 2015 hingga 2017, penjualan mulai menurun, dan pengunjung mendapatkan lebih tenang, dan wisatawan dari luar juga berkurang,” katanya. Hanya untuk catatan, perekonomian di Kepulauan Riau terutama dicapai dengan zaman keemasan pada awal tahun 2015. Dalam kuartal keempat tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Riau pada 5 persen dan terus menurun di kuartal pertama tahun 2017 2,02 persen.

Pada kuartal kedua tahun 2017, Kepri’s pertumbuhan ekonomi menurun, tumbuh hanya 1,52 persen dan peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. “Kami melihat ke depan untuk para pemangku kepentingan di Batam dapat menemukan solusi untuk kondisi ekonomi Kepulauan Riau lamban pada saat ini,” katanya. “Sudah hampir satu bulan sekarang bahwa toko Apple Store tertutup, mereka tidak diperpanjang kontrak bisnis mereka, dan jika kita melihat situasi saat ini, daya beli rakyat jauh lebih rendah daripada tahun sebelumnya,” kata Yanto, seorang pegawai toko elektronik terletak di Apple Store. Sekali lagi informasi dikumpulkan Metrotvnews.com, Toko ini juga tidak memperbaharui sewa tempat bisnis nya.

Penurunan biaya bisnis sewa atau diskon minimal dalam satu tahun berikutnya, Maruf berkata, diharapkan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi dari Kepulauan Riau, sehingga perekonomian di wilayah injeksi dapat kembali normal. Sekali lagi, usaha di Pulau Batam dilaporkan ditutup. OG Home Supermarket Harbor Bay Mall, Jodoh, Batu Ampar, kota Batam disebutkan total penutup. Diduga supermarket tertutup berada di lantai bawah dari pelabuhan Teluk Mall adalah karena pembeli kesepian. Penutupan OG Home Supermarket ditutup setelah sirkulasi surat pemberitahuan dari manajemen, Sabtu (08/12/2017).

Surat ditandatangani 12 Agustus 2017 berisi pemberitahuan bahwa supermarket terletak di area Batu Ampar tidak lagi operasional. “Dan pada kesempatan ini kami menginformasikan para pemasok kami bahwa pada tanggal 30 September 2017 OGhome Supermarket sudah tidak lagi operasional (total cover),” surat yang ditujukan kepada semua pemasok.

Selain itu, manajemen mengungkapkan rasa syukur kepada pemasok. Tidak hanya bahwa dalam Surat tidak jelas yang menandatanganinya, itu ditulis bahwa OGHome Supermarket meminta pemasok untuk mengkonfirmasi hutang piutang yang ada, untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan. “Kami berharap konfirmasi ini harus dilakukan sebelum akhir September,” tulisnya.

Seperti dikutip dari batamnews.com, Supermarket yang terletak di lantai dasar Harbor Bay Mall pada panjang kota Batam, mulai dari OG Home pindah ke OG Home supermarket. Tidak belum yakin penyebab topi total ritel. Sejumlah mal di Batam posting Lebaran tampak sepi dari pengunjung. “Itu adalah kesepian bang,” kata seorang pedagang di sebuah mal terbesar di Batam.

Ketua Kadin Batam jadi Rajagukguk membenarkan penutupan OG Home Supermarket. “Total penutup,” Jadi kata. Menurut jadi sampai sekarang telah ada tidak ada terobosan dari pemerintah kota untuk memulihkan kondisi ekonomi di Batam. “Sampai sekarang tidak ada tidak ada terobosan dari Pemko Batam untuk melaksanakan langkah-langkah pemulihan ekonomi,” katanya. Batam adalah saat ini dihantam oleh badai krisis ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau adalah sekarang peringkat nomor dua dari 34 provinsi kembung. Sejumlah perusahaan dan industri ditutup. Ratusan ribu orang diharapkan untuk kehilangan pekerjaan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *